Alasan Perseru Tangguh di Kandang, Namun Lemah Saat Tandang

VIVA.co.id – Perseru Serui menjadi salah satu tim peserta Torabika Soccer Championship (TSC) yang tidak pernah kalah saat bermain di markas sendiri, Stadion Marora. Dari 17 kali kesempatan bermain di kandang, Perseru memetik 12 kemenangan dan 5 kali hasil imbang. Namun, kegemilangan itu akan berbanding amat jauh dengan hasil pertandingan tandang yang dilakoni Perseru. 1 kemenangan, 2 kali imbang, dan 14 kekalahan harus diterima oleh klub berjuluk Cenderawasih Jingga tersebut. “Terus terang, jadwal padat sekali, akses jalan ke kandang kami juga sulit, tim lawan boleh mengeluhkan akses jalan ke Serui, tapi bagi kita habis main di kandang, terus main tandang itu kan juga jadi kendala,” ungkap asisten pelatih Perseru, Choirul Huda, kepada VIVA.co.id, Selasa 20 Desember 2016. Faktor geografis yang jauh membuat para pemain Perseru mudah kelelahan. Akibatnya, satu-persatu pemain mengalami cedera yang membuat kekuatan tim pincang. Mereka pun terkendala dengan kualitas pemain pelapis yang berbeda jauh dengan pemain inti. “Kemarin ketika kalah oleh Madura United (dengan skor 1-7), yang benar-benar pemain senior, bukan inti, kami cuma ada enam orang dan yang lain kita ambil anak U-21, karena memang sudah emergency,” tutur Choirul. Selama putaran 2, dengan target menjaga rekor kandang tetap bersih dari kekalahan, akhirnya Perseru menerapkan standar khusus. Mereka sengaja tidak membawa 2 sampai 3 pemain untuk melakoni tandang, agar saat bermain di depan publik sendiri dalam kondisi prima. “Pertimbangannya daripada ketika kita di luar kondisi pemain tidak maksimal, ya akhirnya dipakai pemain junior saja,” ujar pria asal Lamongan, Jawa Timur tersebut. (one)

Sumber: VivaNews