Pep Guardiola Gagal di Liga Champion, Tapi Ia Berkah Untuk Bayern Munchen!

Namun menurut Ottmar Hitzfeld, Pep telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Die Roten. Hitzfeld menyebut, kehebatan Pep kemungkinan baru dirasakan setelah ia pergi meninggalkan Allianz Arena dan berkarier di Manchester City.
Dalam tiga musim beruntun, Pep Guardiola hanya bisa membawa Bayern Munchen mencapai semifinal Liga Champions. Oleh sebagian kalangan, hal ini dianggap sebagai kemunduran. Pasalnya, sebelum dilatih Pep, Bayern justru meraih gelar juara kompetisi antar negara Eropa itu bersama Jupp Heynckes.
Namun Ottmar Hitzfeld yang pernah menangani Die Roten, menyebut banyak yang salah sangka kepada Pep. Ia menuturkan kepada Bild, Guardiola diperlakukan tidak adil. Ia mengembangkan Bayern dan seluruh Bundesliga.Siapa pun yang tidak menyadari, betapa hebatnya Guardiola membawa Bayern menuju semifinal Liga Champions dalam tiga musim beruntun, benar-benar orang yang bodoh.

Hitzfeld menerangkan, tidak mudah bagi sebuah tim yang sudah menjadi raja Liga Champions, untuk kembali merasakan lapar hingga musim-musim berikutnya. Selain itu, Pep juga membawa Die Roten menuju dimensi yang lebih jauh, yaitu memainkan sepakbola tempo tinggi yang sulit dilakukan tim elite sekalipun.
Biasanya, tim yang merebut treble (seperti Bayern di tahun 2013) akan jatuh ke jurang. Mereka tidak akan lapar lagi. Tapi Guardiola melindungi Bayern dari hal tersebut. Ia membuat para pemain ingin menang lagi. Ia juga membuat Bayern memiliki kualitas umpan yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Kini Bayern bermain sepakbola dengan tempo tinggi.
Saya pikir Guardiola baru mendapatkan apresiasi yang layak didapatkan, dalam beberapa bulan ke depan. Bukankah Anda sering terlambat menyadari, betapa hebatnya seseorang, justru ketika ia sudah pergi?

milan2012.org prediksi togel singapore Sumber: Sidomi